• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
35 dilihat       25 Juni 2026

Di PENAS Gorontalo, Presiden Prabowo Fokus Pangan dan Energi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak acara Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVII yang digelar di Provinsi Gorontalo pada Rabu (24/6/2026). Ini merupakan kunjungan kedua Kepala Negara ke Gorontalo, setelah sebelumnya sempat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis dan kekurangan pangan global. Menurut Presiden, capaian sektor pangan saat ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh pihak. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak tetap berani mengevaluasi kekurangan yang ada, terutama dalam memberantas korupsi dan kebocoran anggaran negara.

"Kita harus berani melihat dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita sendiri. Saya bersama tim berkomitmen penuh untuk menghentikan penjarahan kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat," ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengakui bahwa membangun sektor pertanian dan perikanan membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan. Kendati demikian, hasil dari upaya tersebut kini mulai terlihat nyata, salah satunya melalui pencapaian swasembada pangan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyentuh dinamika global dan memberikan kritik terhadap pandangan ekonomi masa lalu yang menilai perlindungan terhadap petani lokal tidak efisien dibandingkan dengan impor. Menurutnya, situasi krisis global, seperti saat pandemi Covid-19, membuktikan bahwa ketergantungan pada impor sangat berisiko tinggi karena negara-negara produsen akan mengutamakan kebutuhan domestik mereka sendiri.

Sebaliknya, Indonesia saat ini justru mulai mencatatkan surplus komoditas seperti pupuk, beras, dan jagung yang mulai diekspor ke sejumlah negara, termasuk Australia. Presiden menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk memastikan agar sektor ekspor ini tetap memberikan keuntungan yang adil bagi para petani lokal.

Selain sektor pangan, Presiden Prabowo mengumumkan target besar pemerintah di sektor energi demi menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Pemerintah dijadwalkan akan meluncurkan program B50 pada Juli 2026, yaitu pemanfaatan solar yang diolah dari kelapa sawit sebesar 50 persen. Langkah ini diharapkan dapat menghentikan impor solar sepenuhnya dan menghemat anggaran negara secara signifikan.

"Kita percaya diri mampu mengatasi dampak konflik global. Target kita, dalam tiga hingga empat tahun ke depan, Indonesia akan mencapai swasembada energi total dan tidak lagi bergantung pada impor BBM," tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petani, nelayan, dan buruh di Indonesia yang disebutnya sebagai tulang punggung negara. Ia mengajak seluruh elemen bangsa—termasuk ulama, santri, ASN, TNI, dan Polri—untuk tetap bersatu guna membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan hebat di masa depan.

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Anak Muda Papua Bertani Dengan Drone, Mentan Amran: Pertanian Modern Merauke Sejajar Negara Maju
    13 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat
    13 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Padi Biofortifikasi Dukung PM AAS dan Pangan Bernutrisi
    10 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    BRMP Padi-AFACI Gelar Bimtek Monitoring Hama Penyakit untuk Amankan Produksi Padi
    07 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    PM-AAS Dongkrak Produksi Padi Tiga Kali Lipat, Mentan Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan
    29 Jun 2026 - By BBPSI Padi

tags

Brigade pangan Gorontalo PENAS KTNA XVII Presiden Prabowo Subianto

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved